Selasa, 19 Juli 2011

"karat"

Pagi yang cerah, hari ini rayhana memasuki hari pertama disekolah menengah atas. Sepertinya banyak tanya dan gejolak dihatinya, kepada ayah. “apakah rara boleh pergi bersama teman sebaya yang berlainan jenis? Apakah ditahun ini rara diijinkan pergi nonton tanpa keluarga? Apakah? Apakah? Apakah? “



Susah rasanya menghadapi semuanya tanpa hadirnya seorang ibu. Ya, ibu yang seharusnya menemani puterinya yang baru saja akan memulai masa remajanya, yang baru saja akan mengalami masa-masa menstruasi pertamanya, ya sekali lagi, seorang ibu yang sudah meninggalkan mereka! Tentu saja ayah, rayhana dan adik laki-laki yang memilliki ketidak sempurnaan. Bima dilahirkan sebagai anak laki-laki yang kurang beruntung, bima adalah salah satu anak dari sekian anak yang mengidap leukemia sejak lahir. Rasanya ingin keluar semua isi perut ini, karna terus membayangkan begitu rumitnya masa remaja yang akan rayhana alami tanpa seorang ibu.



Ayah tiba-tiba membangunkan rayhana dari lamunan panjang yang seolah-olah adalah langit hitam didalam rumah mungil mereka. Baru jam 6 pagi, mereka sudah berkumpul diruang makan, untuk menyantap sarapan yang sudah disiapkan ayah untuk rayhana dan bima. Bima hari ini juga akan melewati paginya dirumah sakit Kanker ternama diIbukota Jakarta. Tentu saja untuk melakukan terapi, seperti hari-hari sebelumnya. Terapi yang dijalani bima, tidak lain adalah hanya berfungsi sebagai penambah kekuatan terhadap bima dalam menjalani dan melewati ganasnya leukemia.
Setelah menyelesaikan sarapannya, rayhana segera keluar rumah, memasukan tasnya kedalam mobil, karena ayah akan mengantarnya sampai sekolah barunya. Sepertinya langit pagi itu tiba-tiba menjadi mendung. Ayah menambah kecepatan laju mobilnya, agar puteri pertamanya itu tidak terlambat menghadapi hari pertamanya diSma. Satu ciuman sayang ayah, sangat memberi motifasi untuk rayhana. “ ayah hati-hati dijalan ya, nanti sudah sampai kantor, ayah sms rara ya?” begitu berartinya sosok ayah bagi rayhana, karna hanya ayah yang dapat bertahan, disela-sela cobaan Tuhan, dengan memberinya anak yang mempunyai penyakit ganas. Ibu tidak pernah bisa menerima apa yang ada didalam kehidupan bima. Ibu tidak bisa menerima bima sakit. Ibu tidak tahan merawat bima, ibu yang tidak perna sabar dalam menghadapi betapa rewelnya bima, ketika bima sedang merasakan kambuhnya.





Satu smester sudah berhasil dilalui rayhana disekolah dengan baik, rayhana selalu pandai bergaul, tetapi sebagian besar temannya adalah laki-laki, entah kenapa rayhana selalu mendapat masalah jika berteman dengan perempuan. Sahabatnya disekolah bernama gyna dan inggrid. Selain itu, rayhana pun sudah mulai jatuh hati terhadap lawan jenisnya. Rayhana mulai terhipnotis dengan indahnya bercumbu dengan danar. Laki-laki itu bernama danar. Awalnya kisah mereka sangat baik, bahkan rayhana dan danar dinobatkan sebagai pasangan terbaik pada saat sekolah mereka mengadakan Pentas seni. Sampai akhirnya, sakit dan perih yang ayah rayhana rasakan, mulai rayhana rasakan. Diliburan kenaikan kelas, danar tertangkap basah sedang menjemput inggrid dirumahnya. Ternyata sudah dua bulan inggrid menjalin kasih dengan danar dibelakang rayhana. Betapa perih sakit yang dirasakan rayhana, walaupun sesungguhnya rayhana sadar bahwa umurnya masih sangat belia untuk terjebak dalam cinta sejati.





Gyna satu-satunya sahabat yang dimiliki rayhana saat ini. Awalnya hari-hari rayhana dan gyna ditahun ajaran baru terasa baik, hingga rayhana pun mendapatkan peringkat pertama diawal smester. Tetapi semuanya tidak berlangsung lama. Ayah rayhana pun mulai sakit-sakitan, ayah tak lagi sesehat kemarin, bahkan mobil ayahpun sudah terjual untuk membiayai pengobatan bima sekaligus ayah. Rayhana mulai jatuh, rayhana mulai merasa Tuhan tidak pernah bersahabat dengannya. ”Tuhan, apalagi Tuhaaann??? Setelah ayah ditinggalkan ibu, setelah bima dikaruniai penyakit ganas, setelah danar yang dicintaiku juga mencintai inggrid, sekarang ayahkupun harus sakit?”
Gyna satu-satunya sahabat yang mengerti rayhana pun mengajak rayhana untuk bekerja sampingan, untuk menjadi Sales promotion girl disalah satu perusahaan Rokok terkemuka. Dengan berat hati ayahpun mengijinkan rayhana untuk menerima saran gyna. Tiga bulan sudah mereka bekerja menjadi Spg dan rayhana mulai menyukai pekerjaan yang dilakukannya selepas pelajaran disekolah bersama gyna. Ayah mulai menunjukan bahwa dirinya tak lagi sekuat kemarin. Detak jantung rayhana mulai tak beraturan ketika melihat ayah yang sudah diujung mautnya, dokter hanya bisa memberi kekuatan untuk ayah, tanpa bisa melakukan apa-apa lagi, karena memang ayah sudah berada diujung kematiannya. . . . .



( to be continue )

pengorbanan ....

ketika sebuah PENGORBANAN mulai dipertanyakan . . .


^ berkorban demi apa ^
Ketika berkorban, diri kita sendiri menjadi seperti daun yang berlubang, namun itu sebenarnya tidak mempengaruhi hidup kita. Kita akan tetap hijau, Allah akan tetap memberkati dan memelihara kita. . .
dimana daun akan bersedia dengan ikhlas ketika ada ulat yang memakannya , hingga membuat tubuh daun itu menjadi berlubang . . .


seharusnya berkorban merupakan satu hal yang mengesankan dan terasa indah serta memuaskan. .bukan harus dipertanyakan ( dimana pengorbananmu ?? ) . . . biarkanlah pengorbanan itu menjadi ukiran dibingkai kehidupan , yang hanya dapat dilihat dan dikenang tapi bukan untuk dipertanyakan dan dipamerkan . . .sejatinya berkorban tidak harus ditunjukan didalam kehidupan real saja..karena berkorban bisa dalam bentuk apa saja

berkorbannya ayah mencari nafkah untuk keluarga
berkorbannya ibu mengandung
berkorbannya ibu melahirkan
berkorbannya guru agar muridnya cerdas
berkorbannya kakak terhadap adiknya
berkorbannya teman terhadap sahabatnya
berkorbannya para pelacur untuk keluarganya
berkorbannya supir bajaj
berkorbannya pemulung t
bahkan berkorbannya seorang gadis muda menggugurkan kandungannya ( pejuangan hidup dan dosa ) agar hubungannya dengan org2 yg disayangnya tidak berakhir dengan tragis . . .

semua itu hanya sebagian kecil dari bentuk pengorbanan , yang terkadang orang yg berkaitan dengan pengorbanan itu tidak pernah sadar . . .
jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yang menyenangkan dan membawa sukacita tersendiri bagi kita . . .


terkadang kita tak pernah menyadari , bahwa org disamping kita sudah berkorban untuk kita , hanya saja tidak terlihat dan lagi-lagi tidak sadar . . . pengorbanan bukanlah hal yang harus diUmbar. . .







cintailah selagi dia masih bernafas

apa iyah saya gak boleh kecewa ???

ohh gitu ya ? emang saya ga boleh gitu mengenal kata "kecewa" ??
saya ga boleh gitu yaa merasakan lalu mengekspresikan rasa "kecewa" itu ??


karna setidaknya, sampai saat ini, saya masih bertahan, itu cuma karna seorang laki-laki yang tahun ini menginjak umur 50tahun . laki-laki yang menaruh harapan BESAR diPundak saya ..hanya karna beliau saya masih survive ..coba kalo beliau ga begitu besar Andilnya diHidup saya, mungkin iman ini cukup sampai disini 


kalian tuh cuma bisa menilai sepihak, cuma menilai saya dari luar, coba dong, liat didalam sini, yaa didalam hati ini, betapa berat yang saya alami, betapa berat yang saya hadapi, SENDIRI !!!! ya hanya SENDIRIAN !!!!




sedikit ajah kata ngga enak, tertulis di Blog, Fb, Twitter saya, pasti langsung jadi sorotan UTAMA, coba kalo mereka, yaa sekali lagi mereka, yang selalu menjelekan saya..ga pernah kesorot dengan mata kalian ...saya kecewa, amat sangat dalam ..sayapun kecewa dengan diri saya sendiri ..dulu, terlalu menyia-nyiakan waktu. kalau saja ... ihhh ngga deh, saya ngga mau berkata "kalau saja duluuu "


sekarang ?? siapa mengerti siapa, siapa lawan siapa, siapa sayang siapa, siapa benci siapa, siapa dan siapa ...sepertinya itu yang terlihat dimata ini, yaa semoga ketika nanti, kalian tahu siapa diri ini sebenarnya, ga ada kata terlambat buat bilang "resty, yang kuat yaaa..resty yang sabar yaa, resty dan resty"






jauh didalam lubuk hati saya
"saya ga perlu kata maaf, saya hanya perlu seseorang yg Tuluss"
nite`